Sikka, Cerdaspost – Nyonya Iriana Suriani atau yang kerap disapa Cece Iriana, istri dari Herianto Jephira atau Koko Heri pemilik Toko Sumber Jaya Raya membeberkan penerapan diskon bagi anak pemilik Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Sikka yang dilaluinya selama kurang lebih 3 tahun belakangan ini. Ia bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) dengan cara memberikan diskon atas belanjaan warga yang anaknya pemilik KIA.
Demikian disampaikan Cece Iriana saat ditemui media ini pada Rabu, 18/12/2024 di Toko Sumber Jaya Raya miliknya.
Keja sama yang dibangun bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka itu merupakan kebanggaan besar bagi dia. Sebab, ia dan suaminya pun bisa membantu dalam menunjang program pemerintah, terkhusus Pemda Sikka dalam upaya menunjang kesadaran masyarakat atas Dokumen Kependudukan dan bisa memperolehnya melalui pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang hingga saat ini menjadi terobosan besar Dispenduk Capil. Ia memberikan diskon bagi pengunjung yang berbelanja ke Toko Sumber Jaya Raya milik pasutri ini.

Tidak hanya itu, yang lebih menariknya lagi, meski dalam kerja sama yang dibangun bersama Pemda Sikka itu yang sebelumnya disampaikan bahwa ada pengecualian terhadap kategori barang belanjaan yang hanya berlaku untuk ATK dan pakaian seragam (seragam sekolah, red) seperti disampaikan Kepala Disduk Capil pada Selasa, 17/12/2024 lalu.
“Saat ini juga kepemilikan Kartu Identitas Anak sudah banyak yang dukung, sudah ada kemudahan, ada beberapa diskon yang sudah dilayani di Toko, khususnya ATK dan pakaian seragam itu sudah bisa mendapatkan diskon, pada saat berbelanja cukup menunjukan Kartu Identitas Anak, yaitu di Toko Lio dan Toko Sumber Jaya Raya,” terang Putu Botha saat itu.
Namun, kata Cece Iriana ia dan suaminya bahkan memberi diskon sebanyak 5 persen, pemberian diskon pun terhadap barang belanjaan yang lainnya, seperti pakaian hari raya Natal bagi anak yang memiliki KIA.
Mesti, untuk perlengkapan sekolah seperti alat tulis dan buku menjadi pengecualian (tidak mendapat diskon) sebab perlengkapan alat tulis tersebut masih minim di Toko miliknya.
“Untuk keperluan anak saja, apa yang menjadi keperluan anak itu yang dibantu. Untuk keperluan sekolah iya… baju natal juga, pokoknya kebutuhan anaknya. Kecuali, saya kalua alat tulis memang tidak. Alat tulis, buku, itu memang saya kan kurang juga. Jadi untuk itu saya tidak ada,” terang Cece Iriana.
Terhadap diskon yang diterapkannya ia mengaku banyak pengunjung yang datang berbelanja di Toko tersebut. Meski kata dia respon orang tua terhadap diskon yang diterapkan pun masih kurang, sepertinya lebih memilih berbelanja normal tanpa menggunakan KIA atau ada alasan lain.
“Mungkin kurang penyampaian atau bagaimana begitu ya… jadi yang bawa kartu KIA itu masih belum banyak. Cuman orang tertentu saja, yang jelas bagi yang berbelanja dengan membawa kartu KIA ya… pastinya senang dong. Gimana gak senang,” kilah Cece.
Ditanya soal dampak diskon yang diterapkan terhadap margin yang seharusnya bisa memberi keuntungan lebih jika bagi keduanya sebagai pemilik Toko dibanding dengan penjualan dengan harga normal ia mengungkap “Kalau untuk seragam sama pakaian itu memang masih bisa untuk membagi, tapi kalua memang seperti sabun memang nggak bisa. Terhadap itu selama kita masih bisa ya… kita kasih saja nggak apa-apa,” imbuhnya.
Terhadap kerja sama yang telah dibangun itu, Cece Iriana mengaku senang. “Ini mungkin tahun ketiga, kalua saya sih baik-baik aja sih. Kita kalua bisa membantu ya… kita ikhlas membantu,” tuturnya.
Sementara itu, pemilik Toko Lio, Jefry Nday saat ditemui media ini mengaku sudah membangun kerja sama, namun belum satupun yang datang berbelanja dan menunjuk KIA di Toko miliknya.
“Belum ada yang datang kesini, belum. Makanya saya juga lagi tunggu. Ini jugakan belum mulai sepertinya di bulan Januari,” terang Jefry Nday. (Faidin)






