Dilantik Sebagai PAW ADPRD Menggantikan Martinus Wodon, Christian Da Cunha Komitmen Bawa Perubahan Kedepan

Piet Christian Da Cunha dilantik sebagai ADPRD Sikka pada Senin, 13 Januari 2025. (Doc. Faidin)

Sikka, Cerdaspost – Piet Christian Da Cunha dilantik menggantikan Martinus Wodon yang lebih memilih mundur pada Agustus 2024 lalu. Alasan mundurnya Martinus Wodon sebagai Calon DPRD terpilih sebelumnya lantaran Martinus Wodon mengikuti kontestasi Pilkada Sikka periode 2024-2029 yang saat itu tengah berpasangan dengan Fransiskus Roberto Diogo yang adalah mantan Bupati Sikka dengan nama paket keduanya Romantis.

Namun, pada periode lalu, Romantis kemudian menjuarai posisi ke-3 dengan perolehan 35.454 suara jauh setelah SARR yang mendapat 59.485 suara. Kemudian, JOSS menduduki peringkat pertama dengan mengantongi suara terbanyak yaitu 67.504 suara yang kemudian Martinus Wodon harus terlempar dari kesempatan yang ada, baik itu pileg maupun pilkada.

Melalui Rapat Paripurna Istimewa Masa Sidang 1, DPRD Sikka melantik Piet Christian Da Cunha asal Fraksi Demokrat itu sebagai ADPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) di Ruang Kula Babong Gedung DPRD Sikka pada Senin, 13 Januari 2025.

Hingga, terhitung sejak hari ini, Senin, (13/01) Piet Christian Da Cunha pria yang terhitung masih sangat begitu muda ini resmi menjadi ADPRD Sikka.

“Saudara Piet Christian Da Cunha terhitung sejak hari ini resmi menjadi anggota DPRD Sikka. Segenap anggota DPRD Kabupaten Sikka mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada saudara,” terang Stefanus Sumandi melalui sambutannya sebagai Ketua DPRD Sikka.

Stef mengatakan, diusia (Christian, red) yang ke 33 tahun ini, yang kemudian dilantik hari ini merupakan salah satu anggota dewan milenial di antara ADPRD Sikka yang ada. Sehingga, peran kaum muda dalam politik menjadi tantangan yang tampak begitu tidak mudah.

Sehingga kata Stef pilihan keberpihakan kepada orang kecil dan tertindas menjadi indikator integritas seorang pemimpin termasuk bagi pemuda di tengah peran sebagai anggota dewan yang diberi amanah oleh rakyat.

Stef menapaktilasi surat apostolik Christifideles Laici dari St. Yohanes Paulus II yang menekankan praktik kekuasaan dalam semangat pelayanan. Dimana, tanggung jawab politik sebagai amanah rakyat mestinya tetap terpatri sebagai matra etis prinsip keterwakilan yang diungkapkan dalam imperatif bahwa sebagai wakil rakyat tentunya selalu ambil bagian dalam nasib rakyat dan berjuang menemukan solusi bagi setiap persoalan.

Ia mengimbau agar sebagai wakil rakyat yang tengah dipercayakan oleh rakyat itu sendiri mampu membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah.

Sementara, Penjabat Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera, SE, M.Si atau yang kerap disapa Alfin Parera mengatakan pemerintah dan DPRD bersifat kemitraan yang mestinya utuh. Dimana, melalui kerja sama kedua lembaga ini akan lahir realisasi-realisasi nyata sesuai harapan masyarakat.

“Pemerintah dan DPRD merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh. Kedua lembaga ini harus bekerja sama dan bersinergi untuk merealisasikan harapan dan aspirasi dari seluruh masyarakat,” pungkas Alfin Parera.

Ia pun mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintahan yang baru bersama DPRD akan menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah 2024-2029, dimana hemat dia hal yang begitu amat sangat penting dan strategis bagi keberlangsungan pembangunan di Nian Tana Sikka.

“Untuk itu saya berharap kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD agar dapat bekerja sama tanpa memandang partai atau kepentingan golongan agar kita dapat meletakan fondasi perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas, terukur dan berkesinambungan,” pinta dia.

Kemudian, Christian da Cunha pada momen pelantikan dirinya itu turut mengatakan bahwa sebagai orang muda yang kemudian bergelut ke dunia politik mestinya memandang perlu adanya rasa tanggung jawab, termasuk selalu siap dan memahami secara baik akan fungsi DPRD itu sendiri.

Ia berkilah dari pengalaman yang sebelumnya ia sandangi, bahwa ke depannya sebagai anak muda ia berkomitmen dan turut menentukan arah kemajuan Kabupaten Sikka ke depan.

“Saya sendiri mantan tenaga ahli DPR Pusat (DPR RI). Saya sudah terjun ke dalam dunia politik. Anak muda ke depannya harus bertanggung jawab. Politik ini bagus. Artinya kita orang muda turut menentukan arah daerah ini,” tegas Christian.(FAIDIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Develop By: skripku.com