Sikka, Cerdaspost – Ahmed Rif’at, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), resmi diwisuda di Sikka Convention Center (SCC) Maumere pada Pada Selasa, 3 Desember 2024.
Ahmed adalah salah satu dari 84 wisudawan angkatan 2020 yang mana tengah menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ahmed kelahiran 8 Mei 2001 di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Dengan kondisi perekonomian keluarga saat itu, ia bahkan nyaris putus kuliah di awal-awal saat semester 1, lalu berangsur-angsur bangkit mengingat cita-citanya yang hendak membanggakan orang tua.
Memiliki orang tua yang tangguh menghadapi situasi perekonomian keluarga saat Covid -19 melanda Negeri ini, termasuk Kabupaten Sikka saat dimana sang anak (Ahmed, red) memulai pendidikannya di bangku kuliah, orang tuanya Hadrawi Taher dan Ibunda Haena Labaco terus memotivasi sembari membanting tulang bekerja keras meski sang ayah hanyalah sekedar tukang kayu dan bangunan sementara sang Ibu berupaya membantu perekonomian keluarga meski harus menjual ikan kering ke pasar-pasar yang ada di berbagai wilayah di Kabupaten Sikka.
Ditengah berbagai tantangan ekonomi, orang tua Ahmed selalu mendukung pendidikan anak-anaknya. Kedua orang tua bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga untuk mendongkrak biaya pendidikan anak, meski sang anak akhirnya mendapat beasiswa Bidikmisi.
Dilansir dari fahum.umsi.ac.id ‘Bidikmisi’ adalah program bantuan biaya pendidikan yang disediakan oleh pemerintah Indonesia untuk membantu calon mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terbebani biaya.
Program Bidikmisi diselenggarakan oleh perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta terpilih di bawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi kesenjangan sosial, dan memberikan pembiayaan pendidikan serta biaya hidup bulanan.
Selain dukungan finansial, Bidikmisi juga memberikan dukungan non-finansial seperti pelatihan dan mentoring. Siswa yang berprestasi dan memiliki keterbatasan ekonomi dapat mendaftar melalui rekomendasi sekolah, dengan seleksi dan verifikasi dilakukan oleh perguruan tinggi yang diharapkan mampu menciptakan generasi muda Indonesia yang lebih berpendidikan dan berdaya saing, serta berkontribusi bagi pembangunan negara.

Perjuangan Menempuh Pendidikan
Sejak kecil, Ahmed memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Meskipun kondisi keuangan keluarga terbatas, ia tidak pernah menyerah. Dengan tekad yang kuat, Ahmed menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di SMA Muhammadiyah Waioti yang ada di pusat Kota Maumere dengan baik, bahkan meraih prestasi yang membanggakan.
Setelah lulus dari SMA Muhammadiyah Waioti, Ahmed pun melanjutkan studinya di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) dengan mengambil jurusan Bahasa Inggris sesuai dengan minat dan bakatnya. Selama kuliah, ia aktif dalam kegiatan kampus, serta turut membantu pekerjaan orang tua.
Momen Wisuda Yang Mengharukan
Hari wisuda menjadi momen yang sangat emosional bagi Ahmed dan keluarganya. Dengan mengenakan toga, ia melangkah dengan penuh kebanggaan menuju atas panggung, menerima gelar sarjana. Air mata haru mengalir ketika ia melihat kedua orang tuanya, yang selalu menjadi sumber motivasi dan dukungan dalam setiap langkahnya.
“Ini adalah pencapaian yang tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk keluarga saya. Saya ingin membuktikan bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, kita bisa mengatasi segala rintangan,” ujar Ahmed saat ditemui cerdaspost.id yang saat itu tampak berkumpul bersama temannya di Kota Maumere.
Harapan di Masa Depan
Dengan gelar sarjana di tangannya, Ahmed berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama di daerah asalnya.
Ia bercita-cita untuk mengembangkan pendidikan di Desa Nangahale dan membantu anak-anak muda lainnya untuk mengejar impian mereka.
Kisah perjalanan panjang Ahmed Rif’at adalah bukti bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang, tetapi oleh tekad dan usaha. Semoga kisahnya menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang meraih impian mereka. (FAIDIN)






