Sikka, Cerdaspost – Sekretaris GP Ansor Kabupaten Sikka, Muhammad Majer mengungkap pengurus GP Ansor Sikka secara kelembagaan telah melayangkan surat ‘mosi tidak percaya’ terhadap oknum yang terlibat dalam transaksi money politik.
Demikian disampaikan Muhammad Majer Sekretaris GP Ansor Kabupaten Sikka melalui pesan WhatsApp pada Jumad, 29/11/2024 pasca melakukan tanggapan terhadap berita media ini yang terbit sebelumnya.
Sebelumnya untuk mendapat dukungan fantastis paket JOSS melalui beberapa timnya, diantaranya; Farouk Abdu dan Aklamin, juga ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unipa, Maumere tengah terdokumentasi dengan jelas melakukan transaksi berupa uang sejumlah 15 juta rupiah kepada orang yang disebut Aba Hasan, Ketua Rais Syuriyah PCNU Sikka di sekretariat PCNU Kabupaten Sikka pada masa tenang (25/11/2024).
Kejadian ini hingga beberapa hari ini viral di media dan memantik tanya netizen.
Menanggapi hal itu, Muhammad Majer, melanjutkan percakapannya bersama media ini dan mengungkap telah melayangkan surat sebagai bentuk ketidak percayaan lembaga organisasi dan memintai klarifikasi.
“Kami sudah layangkan surat mosi tidak percaya pengurus PCNU dan minta diklarifikasi, ” terang Muhammad Majer.
Sebab kata dia, hal demikian membuat geram dan hilangnya kepercayaan para pengurus GP Ansor dan NU Kabupaten Sikka karena dinilai sudah melanggar dan tidak sesuai dengan ketentuan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai lembaga.
“Kami beri waktu sampai tanggal 1 Desember 2024 jam 23.00 Wita,” tegas Majer sembari menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pengurus GP Ansor sebagai lembaga merupakan bagian dari kontrol terhadap proses demokrasi di Sikka.
Timses Dalam Keanggotaan GP Ansor/ NU Sikka Sebagai Peluncur
Untuk diketahui, Farouk Abdu tidak bagian dari pengurus GP Ansor atau PCNU Sikka, melainkan hanya sebagai tim sukses paket JOSS. Sementara, Aklamin merupakan Sekretaris Tanfidziah PCNU Sikka yang juga adalah tim sukses paket JOSS.
Dalam persoalan ini, keduanya termasuk diantara orang yang terlibat langsung dalam transaksi 15 juta di sekretariat PCNU Sikka di Jalan. Litbang – Wairklau No.28 Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok pada 25 November 2024.
Ditanya soal keterlibatan Farouk Abdu dalam klarifikasi nanti, Majer menyampaikan bahwa yang dimaksud (Farouk Abdu, red) juga dimintai klarifikasi sebab keterlibatannya merupakan perantara yang sudah merusak citra organisasi GP Ansor / NU Sikka.
“Ya seperti itu, karena di tanggal 25 November 2024 itu sudah masuk masa tenang Pilkada 2024. Berarti dia sudah melanggar Ketentuan proses Pilkada 2024,” terang Sekretaris GP Ansor Sikka ini.
Sementara, untuk pengurus PCNU Sikka dan yang juga terlibat hadir bakal dimintai klarifikasi.
Ditanya, soal apakah terhadap persoalan yang terkesan sudah terlampau memberi warna lain terhadap penilaian dan kepercayaan publik terhadap netralitas anggota dan juga lembaga GP Ansor / NU Sikka ini akan berlanjut pada tahapan pengaduan sengketa pemilu? Ia pun membenarkan.
“Siap, kerena kemarin dari GP Ansor Sikka juga sudah buat pernyataan untuk selalu menjaga KAMTIBMAS dan menolak politik uang dalam proses Pilkada 2024,” jawab dia.
Untuk diketahui, dugaan pemberian sejumlah uang yang melalui tim salah satu paket yang kemudian diserahkan melalui orang yang disebut Aba Rois (Abah Hasan, Ketua Rais Syuriyah PCNU Sikka, red) seperti dalam keterangan pengarahan via WhatsApp oleh Aklamin.
“Assalamu’alaikum Wr… Wb… ijin meneruskan informasi dan amanah terkait titipan sedikit dari paket JOSS untuk PCNU Sikka yang diserahkan oleh tim langsung ke Aba Rois sebesar Rp. 15 juta, dan kita dimohon memberikan doa dan dukungan kita semua. Senin, 25/11/2024. Terima kasih,” tulis Aklamin dalam group WhatsApp bernama ‘Ibu-Ibu NU Sikka’ pada Senin, 25/11/2024.
Sementara, Syahbuddin Arif, Ketua GP Ansor Sikka saat dihubungi wartawan menyampaikan hal senada, telah melayangkan surat kepada orang yang terlibat dalam transaksi 15 juta uang di sekretariat PCNU Sikka.
“Kami sudah bersurat tunggal menunggu Panggilan dari Kep NU untuk klarifikasi,” terang Arif meski sempat disampaikan tidak bisa mempublikasikan isi surat itu beralasan menunggu klarifikasi dahulu.
Namun, media ini akhirnya menemui gambaran besar surat dimaksud.
“Isi mosi tidak percaya. Minta klarifikasi tentang kejadian tersebut, dimana kegiatan itu sudah melanggar dan tidak sesuai dengan ketentuan organisasi NU. Dan apabila permintaan tersebut tidak ditanggapi, maka atas mama Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sikka akan bersikap sebagai mana mestinya dan juga bertindak tegas,” tulis Majer yang atas permintaan wartawan.(FAIDIN)






