Sikka, Cerdaspost – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Jimmy Sadipun menerangkan terhadap bencana erupsi Gunung Lewotobi baru-baru ini sesuai data yang dihimpun pihaknya bahwa dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka terdapat 4 Kecamatan paling terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi, diantaranya; Kecamatan Talibura, Kecamatan Waigete, Waiblama dan Kecamatan Mapitara.
Demikian disampaikan Jimmy Sadipun kepada media dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika. Rabu, 18/12/2024.
Ia mengungkap, terhadap ke 4 kecamatan tersebut yang paling terdampak yaitu Kecamatan Talibura, khususnya di 13 Desa, yaitu; Desa Hikong, Udek Duen, Kringa, Timu Tawa, Ojang, Waipaar, Watu Omok, Lewomada, Henga, Wailamung, Baokremot, Nebe dan Bangkoor.
Di 13 Desa tersebut akibat, erupsi Gunung Lewotobi sangat berpengaruh dan berdampak begitu besar terhadap tanaman dan juga ternak milik warga setempat.
Adapun kata Jimmy, ke 13 desa tersebut bisa diklasifikasi dengan membagi desa-desa yang berada di jalur utara dan jalur selatan. Namun, dari dampak yang terjadi sesuai laporan penyuluh yang diperoleh bahwa antara utara dan selatan berdampak sama.
Pasalnya, debu yang kemudian menyisir beberapa wilayah sekitar dipengaruhi oleh tiupan angin.
“Terkadang kalua dia tiup ke barat daya maka lewat utara. Tapi, kalua anginnya tiup dari barat maka desa-desa bagian Selatan mulai dari Desa Hikong sampai dengan di Watuomok juga terdampak,” terangnya.
Selain itu kata dia, dampak tersebut menyisir terhadap tanaman perkebunan disebabkan bentuk tanaman yang tinggi.
“Bentuk tanamannyakan tinggi, sehingga yang sangat terdampak itu kanopinya (lapisan atas, red). Daun-daun semua itu tertutup oleh debu,” pungkasnya. Meski, terhadap tanaman holtikultura memiliki dampak yang begitu kecil juga sangat berpengaruh.
“Termasuk tanaman holtikultura itu seperti sayur-sayuran, cabe, lombok yang sangat begitu terpengaruh,” lanjutnya.
Dampak erupsi Gunung Lewotobi bersifat darurat bencana yang seharusnya adanya adanya pembagian rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
“Nah… yang jangka pendek ini itu kami sudah lakukan dengan memberikan bantuan berupa benih yang sudah di drop sejak bulan November seperti benih padi, benih jagung hibrida dan juga pesnab (pestisida nabati),” imbuhnya.
Untuk pesnab terang dia, dilakukan karena dari debu fulkanik dia ini akan bisa berpengaruh terhadap munculnya cendawan (jamur).
“Perlu dengan pestisida, jangan pestisida yang anorganik tetapi harus yang nabati. Kalua nabati ini kan berarti dia organik,” tutupnya.(Faidin)






