Sikka, Cerdaspost – Berbagai pelayanan kesehatan pada Program JKN diantaranya pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Keempat diantara pelayanan kesehatan ini tentunya sangat begitu terasa manfaatnya oleh banyak masyarakat.
Tak terkecuali bagi Maria Sartini (34) dan keluarga, yang mengaku bahwa ia dan keluarga sudah lama menjadi peserta JKN dan hal itu dimanfaatkan betul oleh Sarti dan keluarga. Salah satunya untuk berobat.
Keberadaan Program JKN begitu membuat masyarakat terlindungi secara finansial. Termasuk yang dirasakan oleh Maria Sartini atau yang kerap disapa Sarti ini. Ia merupakan peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PBI APBN).
Dengan menggunakan JKN, tampak Sarti saat itu sedang menunggu untuk dilakukan periksaan di Puskesmas Hewokloang.
Saat ditemui, ia mengaku hendak berobat sebab ia sedang sakit demam dan datang ke fasilitas kesehatan tempat ia terdaftar.
Delain itu, ia beralasan lebih memilih mengunjungi Puskesmas Hewokloang sebagai fasilitas kesehatannya lantaran lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Di saat yang sama pun ia berita, salah satunya tentang kemudahan akses layanan yang diperolehnya di Puskesmas Hewokloang. Kata dia, dengan menggunakan kartu JKN yang dimiliki semua keluarganya ia dan keluarga bahkan dapat berobat dengan begitu mudah tanpa biaya sepeserpun.
“Saya menjadi peserta Program JKN sudah cukup lama. Saya merasa sangat terbantu karena setiap berobat saya tidak perlu memikirkan biaya. Selama ini semua pelayanan kesehatan yang saya peroleh gratis, saya tidak pernah diminta biaya berobat. Bukan hanya satu kali, tetapi seringkali ketika berobat saya tidak diminta biaya” terang Sarti, Rabu (23/10/2024).
Ia mengungkap telah mendapat bantuan dari pemerintah melalui Program JKN yang sejak sebelumnya melalui proses pendataan dari Desa (Kantor Desa, red). Hingga ia terdaftar sebagai peserta JKN, kata dia, berobat dengan menunjukkan KTP saja sudah bisa.
“Kami di data dari desa. Saya dan anggota keluarga memperoleh kartu dan kami terdaftar di Puskesmas Hewokloang. Lokasi Puskesmas dekat dari rumah, jadi memudahkan saya untuk pergi berobat. Saat berobat juga saya tidak diminta banyak keperluan administrasi, cukup menunjukkan kartu sudah bisa langsung dilayani. Bahkan saat ini kami kalau tidak ada kartu bisa kasih tunjuk KTP saja,” ungkap Sarti.
Sarti menceritakan bahwa terkait pelayanan bagi peserta JKN tidak ada yang berbeda dengan pasien lainnya, tenaga kesehatan yang melayani kata dia sungguh sangat melakukan pelayanan atasnya dengan begitu baik dan ramah.
Ia tidak pernah merasa dibedakan dengan pasien lainnya. Sarti mengaku merasa puas atas semua pelayanan yang diperolehnya. Sehingga, ia tidak pernah khawatir bila sakit.
“Selama ini dokter dan perawat melayani dengan baik dan ramah. Kami biasanya ditanyakan sakit apa, diperiksa dan diberikan obat. Saya juga tidak pernah merasa dibeda-bedakan dengan pasien lain. Jadi kalau ditanya, saya selalu puas terhadap layanan yang saya peroleh,” tutur Sarti.
Selain itu, Sarti menceritakan pengalamannya ketika mengandung hingga melahirkan anak pertamanya. Ia mengatakan, sejak mengetahui bahwa ia telah hamil ia selalu mengecek kandungannya ke puskesmas.
Ia merasa pemeriksaan kandungan membuatnya merasa tenang menjalani proses kehamilannya saat itu. Bahkan ia mengaku mendapat pemeriksaan lengkap sejak awal hingga ia mengandung tanpa harus mengeluarkan biaya apa pun.
“Saya saat hamil juga selalu memeriksakan kandungan saya di puskesmas disini. Saya dicek lengkap disini, untuk pastikan kondisi saya sehat dan bayi yang saya kandung sehat. Saya juga tidak pernah diminta biaya apa pun. Pemeriksaan rutin setiap bulan sampai dengan waktu persalinan. Semua gratis karena saya sudah jadi peserta JKN,” ujar Sarti.
Sarti mengatakan rasa syukurnya karena sudah menjadi peserta JKN. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mendaftarkannya menjadi peserta JKN dan dibayarkan iurannya secara rutin oleh pemerintah.
Program JKN menjadi perlindungan bagi Sarti dan keluarga. Ia pun berharap program ini untuk terus ada membantu masyarakat.
“Puji Tuhan kami sudah jadi peserta JKN. Kami benar-benar terbantu, terima kasih kepada pemerintah yang sudah mendaftarkan kami. Kami tidak kesulitan lagi memikirkan biaya berobat. Bukan hanya kebutuhan ketika sakit, kami juga selalu di edukasi untuk hidup sehat dan makan makanan yang bergizi. Kami juga diminta mengisi skrining riwayat kesehatan untuk mendeteksi kondisi kami saat ini. Sukses terus Program JKN,” tutup Sarti sambil tersenyum.






