Way Kanan – cerdas post.id.
Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Way Kanan menjadi perhatian serius berbagai kalangan.
Ketua DPC GRANAT Way Kanan, Machiavelli HT, menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, sebagai organisasi kemasyarakatan, GRANAT berperan memberikan edukasi, sosialisasi, serta mendorong aparat untuk lebih intensif dalam memberantas peredaran narkotika. Namun keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada kepedulian masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Way Kanan untuk menjaga lingkungan masing-masing dari bahaya narkoba. Jangan ragu melaporkan jika mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba di sekitar,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, GRANAT berencana mengajak pihak kepolisian, BNNK, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemerintah daerah untuk membahas pembatasan waktu penyelenggaraan hiburan malam. Langkah ini dinilai dapat menjadi salah satu upaya meminimalisasi aktivitas yang berpotensi memicu gangguan keamanan maupun penyalahgunaan narkoba.
Machiavelli menegaskan, penyalahgunaan narkoba telah menimbulkan banyak dampak buruk, mulai dari gangguan kesehatan hingga kehilangan nyawa akibat overdosis. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan demi melindungi generasi muda.
Ia menyebut pemberantasan narkoba harus dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yakni pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi. Pencegahan dilakukan melalui sosialisasi di sekolah, kampung, tempat ibadah, dan lingkungan kerja. Sementara penindakan harus dilakukan secara tegas terhadap bandar maupun pengedar tanpa pandang bulu.
GRANAT juga memberikan sejumlah rekomendasi, antara lain meningkatkan patroli di daerah rawan, mengaktifkan kembali siskamling, memperluas edukasi bahaya narkoba kepada pelajar, memperkuat pengawasan keluarga terhadap pergaulan anak, membuka akses pelaporan yang aman, menyediakan pendampingan rehabilitasi bagi pengguna, serta melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam kampanye anti narkoba.
“Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat, pemerintah, aparat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan bersatu, maka peredaran narkoba di Way Kanan dapat ditekan demi menyelamatkan generasi penerus bangsa,” tegasnya. (Red).






