NTT, Cerdaspost – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang telah merilis prakiraan cuaca di wilayah NTT. Kamis, 02/01/2025.
Melalui informasi yang disampaikan, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang, Sti Nenot’ek, S.Si., M.Si sesuai rilis yang disampaikan pihaknya kepada media mengimbau agar masyarakat selalu waspada atas potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir/ kilat juga angin kencang berdurasi singkat di beberapa wilayah, diantaranya; wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Malaka, Belu, Rote Ndao, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Flores Timur, ALor, Lembata, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur.
Adapun peringatan dini cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur yang disampaikan bahwa pada tanggal 02 Januari 2025 sampai 04 Januari 2025 diperkirakan sebagai berikaut;
Pada pagi hari, berawan tebal hingga hujan ringan. Potensi hujan disertai petir ini menurut perkiraan terjadi di wilayah Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur, SIkka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malak, TTS, TTU, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.
Sementara, untuk siang hingga sore hari akan mengalami hujan ringan hingga hujan sedang. Potensi hujan disertai petir yang menurut prakiraan akan terjadi di wilayah Manggarai Barat, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.
Kemudian, untuk malam hari menurut prakiraan akan berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan disertai petir diperkirakan akan terjadi di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Malaka, Belu, Alor.
Lebih lanjut, untuk dini hari akan terjadi awan hingga hujan ringan. Potensi hujan disertai petir di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang.
Sementara itu, untuk suhu udara, diantaranya;
– Suhu udara di NTT: 22 – 30°C.
– Suhu udara di Manggarai, Ngada dan wilayah dataran tinggi lainnya: 17 – 29°C.
– Angin: Variabel dari Timur – Tenggara; Selatan – Barat / 05 – 15 km/ jam.
– Peringatan dini:
Informasi ini diperbaharui diperbarui 02 Januari 2025
Peringatan Dini 3 hari sejak 02 Januari 2025 sampai 04 Januari 2025
Peringatan dini cuaca di wilayah NTT dari tanggal 02 Januari 2025 sampai 04 Januari 2025, dimana berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir serta angin kencang berdurasi singkat, yaitu;
02 Januari
Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Malaka, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, Flores Timur, ALor, Lembata, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur.
03 Januari
Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Malaka, Belu, Rote Ndao, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Flores Timur, ALor, Lembata, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur.
04 Januari
Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Malaka, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai, ALor, Lembata, dan Sumba Tengah.
Dalam informasi yang disampaikan, terpantau aktifnya Monsun Asia dan fenomena La Nina lemah di wilayah Indonesia termasuk NTT, sehingga berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Sirkulasi Siklonik lemah terpantau di wilayah antara NTB dan NTT. Namun, masih sangat melebar di lapisan menengah. Sedangkan, untuk lapisan bawah cenderung masih terganggu oleh pola lokal.
Dengan kondisi demikian, diperkirakan pada hari Sabtu 4 Januari 2025 pukul 07.00 WIB Sirkulasi Siklonik bergerak ke arah Barat – Barat Laut di perairan utara NTB hingga Bali dan berbelok arah menuju Barat Daya. Kemudian, pada hari Senin 6 Januari 2025 menuju perairan Selatan Bali.
Potensi Sirkulasi Siklonik ini menjadi Siklon Tropis dalam 72 jam ke depan, dimana masih dalam kategori Rendah.
“Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Bali, NTB, dan NTT bagian barat hingga akhir pekan,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang.
Sementara disampaikan pula bahwa beberapa wilayah di NTT memiliki kelembaban udara yang cukup basah di lapisan atas (700mb dan 500mb). Hangatnya suhu muka laut menunjukan adanya potensi penambahan masa uap air yang dapat meningkatkan aktifitas pertumbuhan awan hujan.
“Waspada akan potensi dampak hujan dan angin kencang berdurasi singkat pada awal musim hujan yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, berkurangnya jarak pandang, rusaknya atap bangunan dan fasilitas umum lainnya,” imbuhnya.
“Khusus untuk daerah bertopografi curam/ bergunung/ tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan durasi yang panjang,” lanjutnya.
Lebih jauh disampaikan terhadap letusan gunung berapi Lewotobi Laki-Laki di wilayah Flores Timur yang berdampak pada wilayah di sekitarnya.
“Waspada potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sekitar wilayah Kecamatan Wulanggitang dan Ilebura,” imbaunya lagi. Meski dikatakan tidak ada wilayah yang berpotensi angin kencang pada tanggal 02 Januari 2025 – 04 Januari 2025.
Menghadapi cuaca demikian, kepada masyarakat NTT di anjurkan agar tetap waspada dan selalu melakukan pemantauan bersama.
“Hubungi kami (24 jam) di (0380)881613 dan WhatsApp 0811-3940-4264 dan/atau unduh aplikasi INFO BMKG di appstore dan playstore,” terangnya.
Sementara itu, Hede J. Mangngi Uly, S.Tr., M.Han., Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Eltari Kupang saat dikonfirmasi media pada Kamis, 02/01/2025 menyampaikan dinamika atmosfer di wilayah NTT pertanggal 02 Januari 2025. Bahwa;
- Terdapat Sirkulasi Siklonik di daerah NTT (Barat Laut pulau Sumba) yang diprakirakan dalam 2 hari ke depan menguat menjadi Bibit Siklon Tropis yang memberikan dampak cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di wilayah NTT.
- Terpantau aktifnya Monsun Asia dan Fenomena La Nina Lemah di wilayah Indonesia termasuk NTT yang menyebabkan hujan sedang-lebat di wilayah NTT
- Beberapa wilayah di NTT memiliki kelembaban udara yang cukup basah di lapisan atas (700mb dan 500mb) dan labilitas lokal yang kuat mendukung proses pembentukan awan-awan konvektif secara lokal yang mendukung peningkatan curah hujan
- Terpantau Curah Hujan Hari ini sampai pukul 17.00 WITA wilayah yang berada pada kategori Hujan Lebat terdapat di Sumba Timur (ARG Lewa 60.2 mm) dan Sumba Barat (AWS Waikabubak 62.6 mm, ARG Waikabubak 52.0 mm).
Wilayah Terdampak
Wilayah terdampak adalah seluruh wilayah NTT terutama di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada dan Nagekeo.
Himbauan
- Mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, berkurangnya jarak pandang dan genangan air, terutama di wilayah rawan bencana;
- Membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir;
- Menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana serta mempersiapkan perlengkapan darurat;
- Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG seperti situs Web www.bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG serta media sosial @infobmkg dan @infobmkgeltari atau bisa juga langsung menghubungi nomor operasional Stasiun Meteorologi Eltari Kupang melalui No. hp 081139404264
Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlulkan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Eltari Kupang, Kupang: 02 Januari 2025, 18.00 WITA.
(Penulis : Faidin)





