Cerdaspost.id, Maumere – Suitbertus Amandus dengan sapaan akrabnya Amandus turun ke desa-desa hampir tiap hari menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Agenda demikian menjawab permintaan warga yang hendak bertemu langsung bersama dirinya.
Diketahui, Amandus salah satu kompetitor Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sikka periode 2024-2029 mendatang yang tengah dipastikan berpasangan dengan Robertus Ray mantan Kepala Dinas PMD Kabupaten Sikka periode 2017-2019.
Suitbertus Amandus merupakan wiraswasta dan merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Sikka periode 2005-2009 juga sebagai Direktur Surya Putra 2000 (SP200).
Sementara, Robertus Ray merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Sikka yang merupakan mantan Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka dan sekarang aktif sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Sikka sejak 2019.
Meski secara prosedur aturan KPU menunggu penetapan pasangan calon tetap namun pasangan keduanya tengah pasti bergandengan (1 paket jadi) menuju Pilkada mendatang.
Bacabup, Amandus yang mengunjungi Desa Nangahale, Kecamatan Talibura pada Rabu, 03 Juli 2024 tampak bercanda tawa dalam lingkaran diskusi bersama para ibu-ibu warga desa Nangahale.
Kedatangan Amandus bersama keluarga saat itu didampingi oleh H. Hasanudin mantan DPRD Sikka 4 periode dan Yusuf dan di sambut baik warga setempat hingga berbagai persoalan nyerempet dibahas. Termasuk beberapa problem di Desa Nangahale yang tak kunjung diperhatikan pemerintah selama ini.
Suitbertus Amandus menyampaikan tekad dan komitmennya untuk mengambdi di Nian Tana Sikka dimana sebelumnya tak terbesit sedikitpun untuk menjadi Bupati Sikka dan mengikuti kontestasi pilkada mendatang.
Ia berujar bahwa komitmennya kemudian terbangun lantaran beberapa tokoh menghampirinya untuk ambil bagian menjadi Bupati Sikka hingga mengikuti proses yang ada hingga saat ini.
Salah satu tokoh yang diakuinya menghampirinya saat itu yakni H. Hasanudin mantan DPRD Sikka 20 tahun menjabat. Hasanudinlah meminta Suitbertus Amandus maju sebagai calon Bupati Sikka kala itu hingga Amandus pun meng-iakan.
“Pak H. Hasanudin datangnke rumah waktu itu dan meminta saya maju calon Bupati Sikka, saya terkejut dan mengatakan apa tidak salah memilih saya,” ujar Amandus berkisah hingga ia pun meng-iakan jamuan pengabdian itu.
Sementara itu, Dewi, salah satu warga dalam diskusi bersama Amandus tak ketinggalan membeberkan persoalan yang di hadapi.
Hal yang disampaikan Dewi, termasuk ekonomi keluarga para warga di desa Nangahale, terkhusus para ibu-ibu yang kian lama harus terjebak dalam lilitan utang piutang yang nyaris hingga kini bagai lubang tutup lubang.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami harus melakukan pinjaman di koperasi Pak. Jika hari ini pinjam kami pinjam besoknya sudah langsung membayarnya kembali,” ujar Dewi mengeluh.
Kata Dewi, pinjaman ke koperasi itu sebenarnya tidak pernah dikehendakinya jika kebutuhan ekonomi terpenuhi atau adanya dasar usaha kecil-kecilan. Namun kata dia hal itu dengan terpaksa dilakukan hanya karena untuk memenuhi kebutuhan hari itu.
“Kalau kami tidak pinjam dapur tidak ngepul (tidak makan, red) Pak Amandus,” terang Dewi meski disampaikan dengan nada tinggi berharap ditanggapi Cabup Amandus jika terpilih.
Kondisi ini tentunya menyita perhatian, pasalnya bisa dipastikan masyarakat tak akan sejahtera jika menghadapi kondisi seperti ini secara terus menerus karena harus gali lubang tutup lubang mensiasati jatuh tempo pinjaman di beberapa koperasi simpan pinjam.
Tak hanya itu, imbasnya beberapa tahun belakangan ini tak banyak remaja harus putus sekolah karena menyesuaikan kesanggupan ekonomi orang tua. Apa lagi mau mengenyam perguruan tinggi (kuliah) ‘bulsit’ pasti tak bakalan mampu. Boro-boro sekolah.
Sementara, Patahere menyoroti beberapa problem yang ada di desa Nangahale. Dimana disampaikannya beberapa persoqlan termasuk kondisi turab di pantai Desa Nangahale yang tak selesai.
Kemudian tambah Patahere pemberdayaan ekonomi warga yang nyaris tak terelakkan hingga wargapun untuk memenuhi kebutuhan hidup harus terlilit hutang diberbagai lembaga koperasi dan biaya pendidikan.
Hingga kini tidak banyak dari remaja di Desa Nangahale tengah putus sekolah meski beberapa program pemerintah seperti PIP berjalan kian lama.
Untuk diketahui, PIP merupakan bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik dan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin untuk membiayai pendidikan.
Dikesempatan itu pula H. Hasanudin menyampaikan dukungan terhadap upaya Suitbertus Amandus bersama Robertus Ray maju pada pilkada mendatang.
Ia memastikan akan siap mendampingi Bupati Sikka (Amandus, jika terpilih nanti, red) untuk memastikan perjalan kinerja menjawabi keluhan warga hari itu.
Dalam kesempatan yang sama H. Hasanudin yang merupakan salah satu tokoh Muslim di Kabupaten Sikka itu menyatakan awal mula majunya Amandus sebagai salah satu kompetitor Bakal Calon Bupati Sikka.
Ia mengaku memintai Amandus sejak awal sebelum Amandus memiliki bayangan ke arah Pilkada hingga Amandus yang saat itu sontak keheranan. Setelah itu niat mulia yang ditawarkan H. Hasanudin pun di jawabnya maju sebagai Cawabup guna mengabdikan diri di tanah Nian Sikka sebagai calon Bupati Sikka periode 2024-2029.
“Sebelum Pak Amandus mencalonkan diri, saya yang bujuk dan minta beliau maju untuk jadi Bupati sampai dia mau dan melalui proses demi proses sekarang. Saya terlalu kenal beliau. Sehingga mari kita dukung beliau,” pinta Pak H. Hasan sapaannya.
Kehadiran H. Hasan saat itu pun tampak sakit-sakitan namun hari itu disempatkan untuk bersama Amandus (Cabup) berkunjung silaturahmi ke warga di Desa Nangahale.
“Saya saat ini dalam keadaan sakit tapi saya sempatkan hadir ke sini (Desa Nangahale, red) ketemu Bapak Ibu supaya kita sama-sama dukung Pak Amandus sebagai Bupati dan Pak Robert sebagai Wakil Bupati Sikka,” tutupnya. (Faidin)






